Pelangi adalah Warna Harapan dan persatuan

20 11 2008

pelangiSuatu ketika, warna-warna di seluruh dunia terlibat pertengkaran. Satu sama lain mengklaim bahwa dirinyalah warna paling penting di dunia. Warna paling indah di dunia. Paling favorit.

Warna hijau berkata bahwa “Sudah jelas, akulah warna yang paling pneting di dunia. Aku adalah warna hijau daun, pepohonan dan padang rumput. Tanpa aku, binatang takkan bisa hidup”.

Interupsi dari warna biru, “Kau hanya berpikir tentang bumi. Cobalah tengok sejenak langit nan luas di atas sana. Dan lautan luas yang senantiasa berwarna biru. Aku adalah warna perdamaian dan ketenangan.

Si kuning tak mau kalah, “Kalian ini keliatan sangat serius. Lihatlah aku, aku membawa keceriaan dan kehangatan di dunia. Matahari berwarna kuning dan bulan purnama pun berwarna sama. Tanpaku, dunia takkan menampakkan keceriaan dan kesenangan.”

Si oranye segera menyambung, “Aku adalah warna dari kesehatan dan kekuatan. Aku mungkin jarang keliatan. Tapi aku sangat berharga untuk melayanai kebutuhan hidup manusia. Aku adalah warna vitamin. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak menggantung setiap saat, tetapi ketika aku mengisi langit pada saat terbit dan senja, kecantikanku sangat memukau.”

Si merah segera tegak berdiri dan mengeluarkan pembelaannya, “Aku adalah pengatur kalian semua. Aku adalah warna darah, kehidupan adalah darah. Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani bertarung untuk sebuah alasan. Aku membawa api didalam darah. Tanpaku, dunia ini akan kosong seperti halnya bulan. Aku adalah warna kegairahan dan cinta, bunga mawar dan kembang candu”.

Si ungu segera berdiri dengan rasa tinggi hatinya, dia keliatan sangat tinggi dan berkata dengan nada yang tinggi pula, “Aku adalah warna kekuatan. Raja dan mentri selalu memilihku sebagai simbol kekuasaan dan kebijaksanaan. Orang-orang takkan mempertanyakan predikatku lagi. Mereka akan mendengar dan menuruti dengan setia.”

Pada akhirnya, si indigo (warna putih atau bening) berkata, dengan lebih tenang daripada lainnya, “Pikirkan tentang ku, aku adalah warna kesunyian. Mungkin kalian sama sekali tidak memperhatikanku, tetapi tanpaku semuanya terasa dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, senja dan kedalaman laut. Kalian akan membutuhkanku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan kedamaian”.

Dan seketika warna-warna saling menyombongkan, masing-masing yakin akan kekuatannya. Pertengkaran ini menjadi semakin tak karuan. Tiba-tiba, petir menyambar dengan kilauan cahaya yang menggelegar. Hujan mulai turun membasahi bumi dengan tak kenal belas kasihan. Warna-warna berada dalam ketakutan.

Di tengah hujan turun dengan lebatnya, hujan pun mulai angkat bicara, “Kalian sangat dungu wahai warna, saling bertengkar satu sama lain, masing-masing mencoba mendominasi yang lemah. Tidakkan kalian sadar bahwa masing-masing kalian diciptakan dengan tujuan yang spesial, unik dan berbeda?? Segeralah beangkulan satu sama lain dan mendekatlah padaku”.

Menuruti apa yang dikatakan hujan, warna-warna saling menyatu dan berangkulan. Hujan melanjutkan, “Mulai sekarang, dengan hujan ini, masing-masing dari kalian akan membentang di langit dalam sebuah busur warna besar, sebagai pengingat bahwa kalian dapat hidup berdampingan dengan damai. Pelangi adalah simbol persatuan dan harapan di hari esok.”

Dan selanjutnya, ketika hujan membasuhi bumi, dan pelangi menampakkan dirinya di langit, mari kita mengingat untuk saling menghargai satu sama lain. Kita semua berbeda. Orang-orang di sekeliling kita tidak akan pernah ada yang sama dengan kita. Semua unik. Sesuai fitrah manusia dalam surat Al Hujurat ayat 13, “Lita’arafu” (manusia diciptakan berbeda-beda dengan salah satu tujuan untuk saling mengenal).

Semua saling melengkapi, dan saling terhubung (we’re all connected). Sadar atau tidak disadari kita ada karena orang sebelum kita, kita hidup di masyarakat karena ada tetangga yang bisa jadi sifat dan tabiatnya sangat kontras dengan kita. Kita di sekolah ada, karena ada teman satu kelas. Walaupun bisa jadi teman kita dan orang yang kita cintai telah menyakiti dan memperdayai kita. Jika kita membeli sebuah sepeda motor, sadar atau tidak disadari kita dapat membeli sepeda motor karena ada montir-montir lihai yang merakit motor. Karena ada investor dari asing yang menanamkan modal di Indonesia sehingga membuat pabrik perakitan motor. Karena ada teori mekanika fluida yang diketemukan pada zaman dahulu kala. Kita semua terhubung, dan oleh karena itu harus bisa membuktikkan fitrah kita sebagai khalifah di dunia. Makhluk yang diberi amanah memakmurkan bumi dan seisinya.

Bersatu, seperti halnya pelangi, harapan selalu ada hari esok. Pasti. Pintu harapan bukanlah jejang pendidikan sekolah yang ada batasan umur untuk masuk ke suatu jenjang pendidikan. Tapi pintu harapan selalu terbuka, Yang Kuasa Maha Pengampun dan Penyayang umat-Nya!





Laskar Pelangi The Movie (2008)

24 09 2008

sedikit ulasan :

Sutradara: Riri Riza
Produser: Mira Lesmana
Penulis: Salman Aristo, Riri Riza
Pemeran: Lukman Sardi, Cut Mini, Slamet Rahardjo Djarot, Matias Muchus, Ario Bayu, Alex Komang, Jajang C Noer, Tora Sudiro, Robbie Tumewu, Ikranegara, Rieke Dyah Pitaloka
Musik oleh: Titi Syuman, Aksan Syuman
Distributor: Miles Production dan Mizan Sinema
Rilis: 29 September 2008

Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar
Kolaborasi Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia

—setelah safari ke ulil albab, baitul qohar, nurul islam, mas-kamp UGM, dan masjid telkom jogja……——