Jurnal yang Dilanggan Dikti

31 08 2012

Jurnal yang Dilanggan DiktiAda beberapa Jurnal Internasional yang dilanggan oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Sehingga bisa diakses (via koneksi Internet) oleh para civitas akademia Kampus guna keperluan terkait misalnya untuk kepentingan riset atau penelitian. Beberapa akses Jurnal Ilmiah tersebut yakni : search.proquest.com (Proquest), search.ebscohost.com (Ebscohost), dan infotrac.galegroup.com/itweb (Gale). Untuk bisa masuk dan mengakses beragam topik Jurnal di dalamnya baik akses dari luar Kampus maupun lingkungan internal Kampus, silakan menghubungi pihak terkait di Kampus masing-masing (misalnya pengelola Digital Library Kampus), guna mendapatkan username dan password.





Majalah Campus

21 11 2011

Majalah CampusSalah satu media berupa majalah yang memuat info seputar kampus-kampus di seluruh Indonesia yang layak disimak adalah Majalah Campus. Media yang memuat info semacam itu sepertinya memang masih jarang. Majalah Campus terbit setiap awal bulan. Barangkali, memang belum semua kampus sebagian besar “membelinya”. Mungkin hanya perpustakaan beberapa kampus tertentu yang membelinya. Sedangkan katakanlah setiap mahasiswa atau dosen, mungkin memang belum mengenal semua akan majalah tersebut atau harga “premium” yang ditawarkan yaitu Rp. 35.000,- masih menjadi pertimbangan tersendiri. Walaupun begitu, sebetulnya dari segi konten cukup bagus dan menarik. Begitu juga dengan kredibilitas penerbit. Di bawah naungan Berita Satu Media Holdings Jakarta.

Baca Lagi!





Pengumuman Susu Formula Berbakteri

9 07 2011

Pengumuman susu formula berbakteri telah dilakukan oleh pemerintah kemarin. Setidaknya ada beberapa hikmah dan pelajaran berarti bagi seluruh masyarakat Indonesia berkaitan dengan penelitian susu formula yang berujung pada politisasi beberapa bulan lalu. Pertama, mengenai pentingnya ASI eksklusif. Kedua, mengenai ironi berita penelitian. Ketiga, mengenai kepercayaan (kritik dan saran) masyarakat terhadap pemerintah atau penguasa. Mengenai yang pertama, sepertinya sudah cukup jelas seperti yang Ibu Menkes sampaikan pada konferensi pers hari kemarin. Sedangkan perihal berita penelitian, itu berkaitan dengan bagaimana kondisi pemasaran penelitian/riset saat ini dan kebebasan berekspresi / berpendapat melalui dunia maya. Pengumuman susu formula berbakteri mengatakan bahwa tidak ditemukan bakteri Sarkazaki di susu formula yang bererdar resmi di Indonesia. Tapi tidak semua media mengabarkan hal serupa dengan senada.

Baca Lagi Ah!





Ironi Berita Penelitian

1 05 2010

Terkadang hasil riset atau penelitian baik di sebuah institusi pendidikan maupun lembaga lainnya menjadi sebuah berita di media masa. Baik cetak maupun elektronik. Penelitian tersebut dapat berupa penelitian kuantitatif ataupun kualitatif. Bisa berupa penemuan / inovasi sebuah peralatan baru layaknya robot, pemecahan rumus kalkulus algoritma yang rumit, hingga penelitian kualitatif yang melibatkan survei dan kuisioner. Penelitian kualitatif memang bisa berdampak cukup besar. Dalam artian bisa mempengaruhi persepsi atau paradigma masyarakat secara luas mengenai sebuah hal. Misalnya ketika survei calon pemimpin negara yang disukai oleh masyarakat.

Jika kedua belah pihak, yakni si pembuat berita dan masyarakat penikmat berita tidak memahami betul esensi dari penelitian tersebut, maka tak jarang salah persepsi dan isu ‘mengalihkan perhatian’ terjadi. Jadi, dalam penyampian berita seperti itu sudah selayaknya harus disampaikan secara proporsonal. Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan pembaca ketika menikmati sebuah berita mengenai penelitian kualitatif. Agar nantinya pembaca dapat menilai sendiri dengan bijak apa manfaat berita tersebut tanpa harus ‘menuruti’ uraian seperti apa yang dituliskan dalam berita. Yakni mengenai sampel, metode dan waktu, hasil dan relevansinya terhadap kondisi yang ada saat ini. Sampel juga berkaitan dengan darimana atau lokasi serta jumlahnya. Sedangkan metode tidak harus diartikan sebagai langkah-langkah detail secara ilmiah, tetapi paling tidak menggambarkan alur dan waktunya agar dapat dengan mudah dipahami masyarakat secara umum. Sedangkan relevansi berpengaruh pada isu-isu hangat yang sedang terjadi.

Baca Lagi Ah!





Pemasaran Riset

27 07 2009

Riset atau penelitian merupakan sebuah hasil kajian ilmiah yang memang di tanah air lebih banyak terpusat di tingkat Perguruan Tinggi atau Universitas. Walaupun sebenarnya riset dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapapun. Akan tetapi, wacana yang berkembang di masyarakat lebih kentara bahwa mahasiswa dan Perguruan Tinggi adalah pusat penelitian ilmu pengetahuan. Sebenarnya jika dilihat dari kemanfaatanya, maka penelitian bisa dikategorikan dalam 2 jenis. Bersifat hulu (umunya bersifat pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, misalnya pada jurusan matematika untuk merumuskan model matematis) dan hilir (bersifat aplikatif yang kemanfatannya bisa diterapkan untuk kebutuhan industri atau semacamnya, misalnya pembuatan alat bantu yang bersifat ergonomis pada jurusan teknik industri). Salah satu hal yang sering salah kaprah adalah pemahaman batasan riset dan hasilnya. Sebuah skripsi atau tugas akhir dan semacamnya adalah penelitian atau riset. Tetapi yang sering berkembang bahwa penelitian atau riset harus selalu bersifat fisik atau teknologi aplikatif (hilir). Padahal tidak selau seperti itu. Selain itu, kata riset atau penelitian masih sering diasumsikan sesuatu yang rumit dan ”wah”. Padahal bukan kerumitannya yang dipentingkan, tetapi kemanfaatannya dalam penyelesaian masalah. Karena penelitian berawal dari sebuah masalah. Bisa saja menggunakan cara atau metode sederhana tetapi kemanfaatannya berlipat ganda.

Kata teknologi juga sering berkembang pada artian fisik atau alat dan produk. Padahal teknologi juga bisa diartikan sebuah metode atau cara tertulis. Tidak selamanya bersifat fisik. Sebuah bangsa yang besar sudah sepatutnya menguasai teknologi, khususnya hasil riset yang bersifat hilir. Tetapi bukan berarti bahwa penelitian yang bersifat hulu tidak bermanfaat sama sekali, karena hal tersebut akan saling melengkapi.

Di negara maju, pusat riset atau penelitian dikembangkan oleh laboratorium baik yang dimiliki oleh pemerintah (universitas atau departemen / dinas pemerintahan dan semacamnya) maupun swasta. Di negara kita tercinta, iklim penelitian di lab rupanya kurang terbangun dengan baik. Yang lebih berkembang di laboratorium universitas mungkin bisa dikatakan baru sebatas sebagai pusat pelatihan, secara umum belum banyak menghasilkan penelitian yang riil bermanfaat bagi masyarakat luas. Dan laboratorium sejatinya bukan hanya untuk keilmuan yang bersifat eksak (ilmu alam, teknik, kedokteran, komputer dll) melainkan juga keilmuan sosial ekonomi. Pusat penelitian di laboratorium yang dimiliki pihak swasta di negara kita memang belum banyak. Perlu dikembangkan dengan dukungan penuh pemerintah. Penelitian di laboratorium milik perguruan tinggi juga perlu ditinjau ualng kebijakan pemanfaatannya. Di negara yang memiliki teknologi maju seperti Jepang, semua penelitian terpusat. Artinya negara atau pemerintah memegang peranan penting dalam hal mengelola dan memberikan bantuan penelitian baik oleh pihak perguruan tinggi maupun swasta. Dan semua keilmuan hasil penelitian harus diketahui oleh negara. Negara memberikan ruang yang cukup lebar dan terbuka untuk itu.

riset

Sudah banyak tulisan atau pendapat yang menyatakan bahwa hasil riset atau penelitian mahasiswa di universitas-universitas negara Indonesia cukup banyak dan mempunyai nilai kemanfaatan yang baik. Dengan asumsi seperti itu, maka yang perlu diperbaiki memang dalam hal pemasaran. Sudah banyak pula pakar atau praktisi yang menyoroti perlunya pembenahan dalam hal pemasaran hasil riset atau penelitian di universitas. Penelitian tersebut bukan hanya hasil dari upaya seorang mahasiswa, tetapi juga bisa berasal dari dosen atau karyawan dan bersifat kolektif. Banyaknya riset yang hanya menjadi bahan bacaan di perpustakaan dan belum terserap atau terasa kemanfaatanyya bagi masyarakat (baik untuk masyarakat umum maupun dunia industri) merupakan salah satu bukti bahwa memang perlu pembenahan agar hasil riset atau penelitian itu terserap dan betul-betul memberikan kemanfaatan. Dengan asumsi dasar bahwa mutu atau kualitas penelitian di tingkat universitas sudah baik, maka yang perlu dibenahi adalah jaringan [emasaran dan sumber daya manusia (SDM) pengelola. Harapan dari terserapnya hasil riset ini untuk kemajuan teknologi di negara Indonesia.

Sebuah solusi strategi, maka perlu tim khusus independen (terdiri dari pemerintah, swasta dan instansi pendidikan) yang bertugas menangani pemasaran riset. Beberapa hal operasional setelah itu yag bisa dilakukan adalah pemberdayaan sistem informasi melalui jaringan perpustakaan nasional. Selain itu, perlu dibuat pelatihan teknologi untuk industri. Tim pemasaran bisa membat sebuah web interaktif yang menampilkan semua hasil penelitian di universitas mulai dari jenjang diploma hingga doktoral bisa ditampilkan. Dengan harapan akan menjembatani antara dunia akademisi dan praktisi.