Jejaring Sosial Pendidikan

12 02 2012

jejaring sosial pendidikanJejaring Sosial atau Media Sosial (Social Media), secara umum dapat memberikan kemanfaatan dalam bidang pendidikan, asalkan dipergunakan secara positif dan tepat. Baik bagi jenjang pendidikan mulai dari bangku sekolah hingga kuliah, atau lainnya yang berkaitan. Ada pula jejaring sosial atau situs pertemanan yang secara khusus bertemakan mengenai pendidikan. Lebih spesifik dengan fitur-fitur yang telah disesuaikan. Agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Berikut ini adalah beberapa jejaring sosial yang bertemakan pendidikan, baik besutan dalam negri maupun luar negri.

Baca Lagi!





CMS Balitbang

26 11 2011

CMS BalitbangSekadar info ringkas mengenai CMS Balitbang. CMS Balitbang adalah salah satu CMS (Content Management System) yang sudah siap pakai dipergunakan untuk web sekolah. Mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dikembangkan oleh Balitbang Kemdiknas Indonesia. Menu sudah lengkap dengan kemudahan dan kelengkapan fitur. Cukup mudah dipergunakan karena tidak perlu menambhkan piranti tambahan seperti plugin yang banyak dan seterusnya. Misalnya pada CMS web/blog yang ternama macam wordpress, joomla, ataupun drupal. Untuk melihat tutorial, download, liat pengguna CMS (beberapa sekolah sudah menggunakannya) dan seterusnya, silakan langsung saja ke tkp : kajianwebsite.org. Ada pula buku mengenai yang membahas tentang CMS balitbang ini, terbitan dari informatika Bandung (harga di Togamas Jogja sekitar 30ribuan). Mungkin bagi yang belum puas untuk belajar tutorial dari kajianwebsite.org bisa menjadi alternatif lain yang pas.

Baca Lagi!





Kebutuhan Pokok

28 01 2011

Sedari bersekolah; bisa dikatakan semenjak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, setiap murid selalu diajari tentang apa itu kebutuhan pokok. Atau apa itu kebutuhan utama alias primer. Setelah itu baru dijelaskan tentang kebutuhan sekunder dan tersier. Lalu, seiring waktu berjalan, terkadang kebutuhan itu bergeser. Maksudnya, yang dulu bergenre kebutuhan sekunder bergeser menjadi kebutuhan primer. Misalnya, kini yang namanya handphone atau telepon genggam bisa jadi secara umum sudah hendak menginjak menjadi kebutuhan primer. Lalu contoh lainnya seperti internet; bisa telah naik kelas dari kebutuhan tersier atau mewah, menjadi kebutuhan sekunder. Tetapi, jarang yang berperilaku sebaliknya atau turun kelas. Barangkali itu adalah efek semakin majunya peradaban manusia? Mungkin saja.

Baca Lagi Ah!





SMP Alternatif Qaryah Thayyibah

4 09 2010

Semoga informasi ini tidak begitu basi. Tetapi bisa membuka sedikit wawasan tentang kondisi yang ada. Sekolah untuk rakyat kecil, yang hidup dengan pas-pasan bahkan termarjinalkan itu memang masih minim. Sekolah untuk rakyat kini juga minim perhatian, bahkan oleh pemerintah. Justru yang lebih banyak diperhatikan adalah sekolah rintisan standar internasional. Sekolah latah demi rebutan gelar, internasional. Dan tersebutlah sekolah setingkat SMP di sebuah desa di Salatiga Jawa Tengah yang bernama SMP Alternatif Qaryah Thayyibah. Khusus untuk menampung mereka yang kurang mampu. Tetapi jangan meremehkan mengenai sistem pembelajarannya dan prestasinya.

Sekolah tanpa sekolah, bangunan sederhana sekolah menyatu dengan alam. Karena siswa bisa belajar di mana saja. Fasilitas internet juga mendukung pembelajaran di sekolah ini, dengan bantuan dari pengusaha dan pihak lain. Sekolah tersebut pernah diliput di beberapa media ternama seperti trans tv, metroTV dan kompas. Untuk melihat videonya, silakan klik di sini. Berita lain yang terkait antara lain silakan klik di sini, atau di sini.





Sekolah Kepemimpinan

9 08 2010

Kalau ada seorang pemimpin yang dikritik lalu marah, sebetulnya masih ada dua kemungkinan di balik kemarahannya itu. Pertama, pemimpin tersebut lalu memperbaiki sesuatu yang dianggap salah itu. Kedua, pemimpin tersebut akan balas mengkritik. Mungkin karena berbeda sudut pandang, bahwa tidak ada yg salah dengan kondisi yang dimaksud. Dan seolah hanya menjadi pemanis lidah saja pada saat berkata bahwa yang bersangkutan menerima kritik dengan lapang dada.

Mungkin itulah salah satu tingkah laku yang cukup mencolok saat ini bagi para pimpinan legislatif, eksekutif maupun yudikatif negri ini. Berbagai kejadian, fenomena bahkan sesuatu yang dianggap kasus dan aib belum cukup menegur. Seperti 4 tahun peringatan lumpur lapindo, kasus munir dan aktivis lainnya saat jaman reformasi, riuhnya ledakan petasan berupa gas elpiji dalam rangka menyambut ramadhan, hingga aksi artis Pong yang mencoret gedung kura-kura ijo milik para penguasa.

Baca Lagi Ah!





Rintisan Sekolah untuk Rakyat

9 11 2009

rintisanBuku-buku pelajaran itu tak mampu terbeli oleh Ujang. Anak kelas lima sekolah dasar, yang setiap usai sekolah harus mengais rejeki untuk membiayai uang spp sekolah sendiri. Bekerja di industri sepatu kulit, di sebuah wilayah di jawa bagian barat. Karena orang tua hanya mampu membiaya makan setiap hari. Maka untuk urusan sekolah dia harus bisa memperoleh biaya sendiri.

Kisah serupa dialami Budi, anak kolong di ibukota. Yang sehari-hari seusai bersekolah di bangku smp kelas satu, harus memainkan gitar kecilnya di perempatan jalan. Mengamen untuk mendapat biaya membeli buku dan uang spp di sekolahnya.

Baca Lagi Ah!