Ospek

16 08 2011

Diakui atau tidak, setidaknya berdasarkan pengalaman langsung, bagi mereka yang saat ini sedang menjadi panitia Ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus) atau yang sudah pernah menjadi “senior” di kampus terkadang masih tercampur ada niat yang disebut dengan SMOS ketika pelaksanaan Ospek. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Kenapa? Karena barangkali itulah “sisa” paradigma lama alias Ospek jaman dulu yang acapkali masih mengakar hingga kini. Walaupun sudah perlahan dicoba dikurangi. Baik secara sistemik kampus maupun persuasif. Jaman sekarang sudah berubah. Setidaknya kalau dipakai ukuran pasca reformasi, maka sekarang pendidikan bukanlah untuk memberikan tekanan. Hukuman fisik untuk pendidikan militer jangan ditelan mentah-mentah lalu dipakai bagi pendidikan sipil pada umumnya.

Selain itu, saat ini adalah jaman dimana orang bisa begitu mudah memperoleh berbagai informasi bahkan hanya dalam hitungan detik lewat dunia maya, atau dengan kata lain pilihannya banyak. Informasi dan berita sangat membludak sehingga seharusnya anak muda makin kritis di Indonesia dengan segala dinamika kebebasan berekspresinya. Melatih untuk membiasakan mahasiswa baru terbiasa dengan tekanan melalui kedispilinan agar mampu mengikuti perkuliahan dan harapan terbiasa dengan tekanan di dunia kerja saat ini itu, berbeda dengan senang melihat orang lain tertekan.

Baca Lagi!