Pemodelan Sistem

11 05 2010

Mempelajari pemodelan sistem di teknik industri selayaknya terlebih dahulu mengetahui dan mempelajari pula mengenai matematika dasar atau kalkulus, matriks dan ruang vektor, statistika serta pengetahuan dasar tentang sistem. Pemodelan sistem identik dengan mathematical modeling. Berikut adalah ilustrasi Mathematical Modeling Process. Dimulai dengan intepretasi dari kondisi yang ada, menyederhanakannya dalam sebuah model, merepresentasikannya ke dalam model matematis, lalu menerjemahkannya ke dalam model komputerisasi sehingga dapat disimulasikan untuk mengeluarkan output atau kesimpulan. Jadi, model adalah representasi dari sebuah permasalahan agar mudah untuk diselesaikan. Permasalahan dipandang secara holistik.

Baca Lagi Ah!





Managing Information Technology

22 05 2009

mIT2

Mempelajari text book dari luar (terbitan asing, bukan dalam negri) serasa menyenangkan sebenarnya. Bukan karena tidak suka produk dalam negri. Tetapi para pakar itu terkadang bisa menjelaskan (baca : benar-benar menjadi guru) dengan bagus. Mulai dari filosofis maksud konten meteri dari buku yang ditulis, maupun penejlasan teknis dengan contoh. Yang jelas menjadi kekurangan adalah karena basic penelitian mereka dilakukan di sana. Jadi terkadang ada beberapa contoh yang kurang pas diterapkan di Indonesia. Memang text book asli khas Indonesia yang berbobot mengenai materi-materi perkuliahan belum begitu banyak secara umum.

Buku ini membahas mengenai pengelolaan teknologi informasi. Apa itu definisi teknologi informasi dan apakah sama dengan sistem informasi. Ditulis oleh E. Wainright Martin et all (Prentice Hall, cetakan pertama tahun 1999). Dalam sebuah pengantar di Bab I penulis menceritakan asal mula komputer pertama. Dikatakan bahwa komputer pertama tahun 1946 bernama ENIAC (Electric Numerical International Computer), yang diprakarsai oleh Dr. John W. Manlchy & J. Presper (dari Moore School Electrical Engineering; Univ. Pennsylvania). Buku ini memang terbitan lama, tetapi cukup bagus dalam runtutan ceritanya. Karena setelah penulis bercerita mengenai sejarah dan jenis-jenis gambaran apa saja teknologi informasi, maka selanjutnya dipaparkan mengenai sistem informasi manajemen. Bermula dari pendefinisian apa itu sistem. “System is a set of interrelated components that must work together to achieve some common purpose (page 272).” Berikut adalah gambar betapa jeleknya sebuah sistem yang diciptakan oleh seorang designer rumah. Gambar yang lucu dan menarik.

mIT

enulis menuntun pula bagaimana menggambarkan membuat wide concept sebuah sistem informasi manajemen. Basic model sebuah information system secara umum adalah :

mTi3

Ada beberapa notasi dasar untuk pembuatan model (model jenis visual). Dicontoh dibawah ini sistem persediaan sederhana untuk barang jadi. Ada notasi untuk penyimpanan (storage), aliran data, proses/aktivitas dan entitas.mIT3Model atau teknologi baru untuk jenis teknologi informasi diramalkan oleh penulis akan terus berkembang. Lihat saja dengan perkembangan dari jenis seperti Electronic Data Interchange (EDI), internet, sampai Enterprise Resources Planning (ERP).





Sistem Informasi Strategik

21 03 2009

sisPenulis adalah Prof.Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt. Dosen tetap FE UGM. Telah menulis banyak buku mengenai sistem informasi, teknologi informasi, sampai ekonomi mikro. Buku edisi kedua telah dicetak tahun 2006. dengan sebelumnya cetakan pertama tahun 2005, dan penerbitnya sama; Andi Yogyakarta. Tebal buku sekitar 400-an halaman.

Sistem teknologi informasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan di era globalisasi saat ini. Jika dikaitkan dengan manajemen perusahaan, sudah mutlak bahwa perencanaan pembuatan strategi yang melibatkan unsur teknologi informasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Terutama perusahaan yang mempunyai core business berkaitan dengan teknologi. Strategi yang dimaksud di sini adalah “rencana permainan” (game plan) yang dilakukan oleh manajemen untuk memposisikan perusahaan di dalam arena pasar yang dipilih supaya dapat memenangkan kompetisi, memuaskan pelanggan-pelanggan dan mencapai kinerja bisnis yang baik (halaman 31).

Konten yang termuat dalam buku ini adalah mengenai konsep dasar sistem informasi strategic, manajemen strategic, strategi perusahaan, model penerapan strategi, rekayasa bisnis, EDI / Electronic Data Interchange (halaman 253), model bisnis, perencanaan strategik sistem teknologi informasi, dan penyelerasan antara perencanaan bisnis dengan perencanaan teknologi informasi.

Penulis memang memang mencoba menghadirkan istilah Sistem Infromasi Strategik / Strategic Information System (SIS) sebagai sebuah istilah keilmuan baru yang spesifik. Tapi sayangnya sampai tahun 1990-an belum ada kesepakatan bersama dan konsensus mengenai SIS. Para ahli masih mendefinisikan secara bebas. Sedangkan menurut penulis SIS adakah suatu sistem informasi atau sistem-sistem informasi apapun di level manapun (level manajemen perusahan; bawah, menengah dan atas) yang mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi yang memberi keuntungan kompetitif bagi perusahaan melalui efisiensi internal danefisiensi komparatif sehingga membantu perusahaan memberikan keuntungan kinerja secara signifikan dan meningkatkan kinerja jangka panjangnya.

Disinggung pula berbagai metode manajemen strategi perusahaan. Misalnya rekayasa bisnis. Menurut Hammer dan Champy (1993) ada dua sisi, yakni perubahan bisnis secara internal (Business Process Reengineering / BPR), dan secara eksternal dengan Business RelationshipReengineering / BRR). BPR sangat mengacu pada perubahan radikal perusahaan. Misalnya proses bisnis di dalam perusahaan dilakukan oleh tim, pekerjaan multidimensi, kompetensi berdasarkan hasil sampai kustomisasi missal. Tahapan dalam BPR (Turban et al., 1996) dihubungkan dengan 3R, yakni redesign, retool, dan reorchestrate. Metode manajemen strategi internal lain yang dicoba diungkapkan adalah TQM (Total Quality Management). TQM berfokus pada proses bukan produknya dan pencegahan inspeksi. Teknik yang biasanya dipakai dalam TQM adalah benchmarking, fishbone diagram, pengendalian proses statistik, team building, diagram pareto dan work analysis.

Penulis juga mengetengahkan EDI sebagai salah satu solusi yang mungkin dapat diaplikasikan di perusahaan sebagai jenis SIS. EDI didefinisikan sebagai suatu penggunaan sistem komputer di beberapa organisasi secara terpisah untuk dapat mengirimkan data secara elektronik lewat dokumen-dokumen bisnis yang standar.

Di dua bab terakhir, penulis berfokus pada bagaimana membuat dan menyelaraskan manajemen strategik sistem teknologi informasi. Secara umum proses dari perencanaan strategik bisnis yang disebut dengan manajemen strategik terdiri dari lima tahapan utama, yaitu analisis strategi (strategy analysis), formulasi strategi (strategy formulation), mengukir strategi (crafting strategy), implementasi strategi (strategy implementation), dan mengevaluasi strategi (strategy evaluation). Bagaimana menyelaraskan antara Perencanaan Strategik Bisnis (PSB) dengan Perencanaan Strategik Sistem Teknologi Informasi (PSSTI)? Penyelarasan (alignment) mengacu pada model yang dikembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (1999). Yang pertama dimulai adalah sebuah pilihan bergantung organisasi yang berasangkutan.

sisselaras