Soto Daging Sapi Sorgapuro

23 09 2011

Di Jalan Kalirang Jogja bagian utara, ada soto daging sapi yang enak. Di dekat komplek Ponpes (Pondok Pesantren) Pandanaran. Namanya Soto Daging Sapi Sorgapuro. Sorgapuro berasal dari kata “Ngisor Gapuro”. Dalam bahasa jawa, artinya di bawah Gapura. Karena memang dekat dengan sebuah gapura. Dimanakah lokasi persisnya dari Soto Sorgapuro? Jika dari arah selatan lalu menuju ke pertigaan Candi (jalan kaliurang km 12,5 Yogya) lantas beloklah ke kiri sedikit, sebelah kanan jalan (jalan Sunan Pandanaran). Soto daging campur 1 porsi, 3 tempe goreng, dan teh hangat, total cuma Rp. 7.500,-. Murah meriah, porsi cukupan tapi tidak murahan karena dengan rasa sederhana tapi nikmat dan tetap laris manis. Cocok untuk mahasiswa, karena lokasinya dekat dengan kampus Terpadu UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta. Banyak kos-kosan. Dan buat para wisatawan (baik dalam maupun luar negri) yang hendak menuju ke lokasi wisata kaliurang pasca erupsi Merapi juga tak rugi jika menyempatkan mampir.

Baca Lagi!





Makanan Hollywood

10 07 2011

hollywood indonesiaDi beberapa tempat di Indonesia, terdapat beberapa “replika” Hollywood Sign. Antara lain di Kulonprogo, Gresik dan Ambon. Jelas Hollywood terkenal dan banyak orang Indonesia yang tau mengenai hal itu karena banyak penggemar film di Indonesia. Film-film buatan Hollywood memang laris manis. Itu juga barangkali yang menjadikan salah satu alasan untuk “menggunakan” nama besar Hollywood yang lalu dijadikan nama warung makan :D. Bukan meniru dalam arti plagiat, tapi hanya menjadikan tambahan nama biar unik menarik perhatian calon pembeli/konsumen. Jadi ini bukan mengenai makanan apa yang laris bagi artis-artis Hollywood. Juga bukan mengenai tempat makan mahal dengan citarasa Hollywood. Hanya sekadar warung makan biasa yang laris manis karena namanya unik.

Baca Lagi Ah!





Bakso Malvinas

22 06 2010

Di pasar kolombo jakal km 7.5 (Jalan Kaliurang Jogja) terdapat warung bakso malvinas 3; Bakso – Soto – Siomay. Nama warung bakso yang juga terdapat di beberapa kota lain. Entah apa arti nama malvinas itu. Yang jelas, bakso malvinas pasar kolombo merupakan cabang dari bakso malvinas Bogem (Prambanan). Terletak di pinggir jalan. Dengan cat warna warung dominasi kuning. Menyegarkan dan membuat selera makan. Seperti juga rasa baksonya. Gurih. Satu porsi komplit seharga 6 ribu saja. Cocok dimakan di sore hari untuk menyegarkan suasana.

#updateinfo: lokasi bakso malvinas di depan pasar kolombo jalan kaliurang jogja sudah tidak ada. Alias ruangan warung yang dulu digunakan sekarang tertulis “sudah dikontrakkan” (april 2011).





Soto Pak Man

26 03 2010

Hemm, mungkin ini adalah salah satu soto terfavorit di Jogja. Konon sudah sejak tahun 1992. Soto Ayam Pak Man. Berjualan di jalan yohanes. Utara Galeria. Sotonya komplit. Ada potongan tempe bacem, kol, prekedel, dan daging ayam. Dan bumbunya pas sekali. Dipadu dengan kuahnya yang tidak begitu panas, tetapi juga tak begitu dingin. Buat sarapan di pagi hari cocok sekali. Tapi jangan khawatir, soto pak man buka sampai siang hari selepas dzuhur. Satu lagi makanan khas di soto pak man yaitu sate jeroannya.

Baca Lagi Ah!





Warung Soto Pak Rus

2 10 2009

Lokasinya ada di stasiun KA (kereta api) Purworejo. Sebuah stasiun yang sempat “tutup beroperasi sementara”. Warung soto yang satu ini cukup terkenal, laris dan popular di kalangan warga purworejo. Karena lokasinya yang lain daripada lainnya. Tempatnya memang di dalam stasiun. Tetapi jika dalam kondisi ramai, maka para pengunjung sampai bertumpah ruah makan di kursi duduk tempat tunggu penumpang kereta. Dan itu tidak begitu menjadi masalah, maksudnya tidak begitu mengganggu kenyamanan calon penumpang kereta api. Karena stasiun yang terletak di kota purworejo ini memang saat ini masih berperan menjadi transit sementara. Jikalau hendak berkunjung ke Jakarta atau Bandung dari kota Purworejo, maka sebenarnya lokasi keberangkatan utama di stasiun Kutoarjo (kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo).

Baca Lagi Ah!





Soto Daging Sapi Pak Ngadiran

19 07 2009

sotong1

Soto yang satu ini terletak di Jl Sancaka CT VII/120B Karanggayam Jogja. Dekat daerah Klebengan, utara selokan mataram. Masuk wilayah kecamatan Depok Sleman. Bisa ditempuh pula dari arah jalan gejayan kota jogja. Soto ini terkenal ramai pengunjung, apalagi yang sudah langganan. Tempatnya lumayan besar. Walaupun sebenarnya agak susah dijangkau karena lokasinya yang tidak dipinggir jalan raya besar. Kalau dari arah jalan kaliurang km 5, harus masuk ke belokan-belokan gang yang cukup berliku ke arah timur. Lantas jika sudah menemukan lapangan burung, maka lokasi sudah tidak jauh. Di sekeliling lokasi tidak banyak rumah makan, lebih banyak daerah pemukiman. Konon katanya dahulu sekitar tahun 90-an sebelum soto ini laris manis, hanya menempati sebuah lokasi PKL (pedagang kaki lima) kecil di pinggir jalan. Dan kini setelah berkembang, terbukti dengan lokasi yang sudah mapan di bangunan permanen berlantai dua dan dukungan tukang parkir, pengunjung setia semakin bertambah saja. Satu hal yang cukup khas lagi adalah adanya pengamen beregu yang biasanya menyanyikan lagu keroncong atau jawa. Menambah kenikmatan makan dan membuat suasana benar-benar di jogja.

sotong2

Jangan ditanya seberapa ramainya kalau pas jam makan. Karena ruangan akan serasa penuh sesak oleh pembeli mulai dari anak-anak sampai orang tua baik yang berasal dari penduduk setempat maupun pendatang. Apalagi di sekitar lokasi rumah makan soto ini terdapat kos atau kontrakan. Sebenarnya dari segi rasa, buat orang yang baru pertama kali mencicipi dan beberapa orang mengatakan bahwa rasa soto ini biasa saja seperti lainnya. Memakai daging sapi yang lumayan gurih. Tetapi ada hal-hal lain yang bisa dibilang akan membuat orang atau pembeli menjadi kepengin balik lagi untuk makan di sini. Selain suasana yang telah disebutkan di atas, makanan pendamping berupa mendoan atau gorengan tempe yang gurih dan siap saji adalah satu hal yang membuat makan soto bertambah enak. Apalagi makan beramai-ramai bersama teman atau keluarga. Mendoan selalu tersaji di dekat kasir, dan pembeli dipersilakan mengambil sendiri.  Lebih nikmat lagi jika makan mendoan dicocol sambel yang cukup nendang. Wah, benar-benar merakyat dan hampir semua orang bisa menikmati. Dan uniknya lagi, dari segi penyajian minuman, setiap pembeli dipersilahkan mengambil minumannya sendiri. Karena bisa dibilang saking banyaknya pembeli, maka pihak pemilik warung makan menyajikan minuman berupa teh dan jeruk (es dan hangat) dalam porsi banyak yang siap saji dan pembeli dipersilahkan mengambil sendiri tanpa harus bilang kepada pramusaji. Harga cukup bersaing dan rata-rata, soto campur harganya lima ribu dan soto pisah harganya enam ribu. Oh iya satu lagi, mungkin pemilik dan karyawan cukup nge-fans dengan grup band jikustik. Karena ada foto para karyawan dengan vokalis grup band asli jogja ini di beberapa sudut rumah makan.





Soto Betawi

12 05 2009

betawi2Berbeda dengan soto ‘umum’ yang tersaji di pinggiran jalan dan warung makan. Soto betawi mempunyai ‘wajah’ lain. Yang membuat unik dan penasaran terutama yang belum pernah mencicipi sama sekali. Umumnya tersaji dalam sebuah mangkon yang terpisah dari nasinya. Nasi disajikan terpisah dalam piring berbeda.

betawi

Warna kuning adalah santan. Di atasnya ditaburi emping, kentang dan irisan tomat, serta terkadang disajikan dengan kikil di dalamnya. Citarasanya yang legit membuat penikmat soto akan terkesima untuk sekadar mencicipinya. Soto yang identik dengan makanan yang membuat kenyang bukan karena ‘isi’ makananya, tetapi karena airnya, tetap nampak di soto betawi. Harga tetap rata-rata, apalagi di jual di jogja. Tak lebih dari sepuluh ribu rupiah.





Survey Oh Survey

5 02 2009

Dengan adanya pemberitaan di media masa mengenai survey siapakah calon presiden yang paling banyak diminati masyarakat, maka keberadaan lembaga survey di Indonesia kembali menjadi sorotan hangat. Selain hal itu, ada pula mengenai survey partai politik mana yang akan memenangkan pemilu 2009 nantinya. Ada sorotan yang berbeda kali ini, karena juga berkaitan dengan keinginan untuk semacam sertifikasi atau pendaftaran terlebih dahulu keKPU (Komisi Pemilihan Umum) bagi semua lembaga survey di Indonesia yang akan melakukan survey berkaitan dengan pemilu. Survey di sini memang lebih cenderung bisa diartikan sebagai semacam polling atau penelitian jajak pendapat dengan menggunakan sample (contoh). Atau dalam bahasa ilmiah, dikenal istilah sampling, yakni penelitian tidak sepenuhnya dilakukan kepada semua objek secara menyeluruh. Akan tetapi hanya diambil beberapa saja yang memang sudah teruji secara ilmu statistik bahwa sampling tersebut valid, atau sudah merepresentasikan kondisi riil di lapangan.

suerveysoto

^^^^ Soto Surabaya, Soto Koya Ayam Kampung^^^^

Jika diibaratkan survey (tentu saja dengan sampling) dilakukan untuk meneliti atau mengetahui seperti apa rasa sebuah makanan, yakni soto surabaya, maka akan ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Seseorang yang mencicipi rasa soto surabaya diibaratkan sebagai seuah lembaga survey. Sedangkan bagaimana dan bagian apa yang akan dicicipi dari soto ayam surabaya tersebut diibaratkan sebagai metode sampling yag digunakan.

Pertama. Jika seseorang yang mencicipi rasa soto adalah tuna netra yang belum pernah merasakan soto surabaya, atau orang yang ditutupi matanya shingga tidak bisa melihat secara langsung bentuk soto dan hanya mengambil secara acak serta belum pernah merasakan khas soto surabaya. Maka, besar kemungkinan akan salah ambil. Bisa saja yang diambil hanya bagian atas soto, dimana terkumpul daging ayam kampung. Dan orang tersebut akan menyimpulkan bahwa rasa soto tersebut enak seperti daging ayam yang berkuah. Atau jika yang diambil sebagian besar adalah kuah yang tercampur dengan mie, maka akan disimpulkan bahwa soto mirip dengan bakso, dengan rasa kuah yang berbeda. Ini adalah pengkiasan untuk survey yang dilakukan dengan metode sampling yang kurang tepat.

Kedua. Jika seseorang yang mencicipi seperti apa rasa soto surabaya adalah seseorang yang telah mengetahui seperti apa rasa soto secara umum. Tetapi belum pernah merasakan cita rasa khas soto surabaya. Pertama kali melihat, orang tersebut sudah pasti tidak begitu heran, karena dari tampilan dan racikan bahan-bahannya tidak berbeda dengan soto pada umumnya. Hanya saja agak berbeda pada tampilan dan warna kuah, agak kekuning-kuningan. Dan terdapat semacam bubuk bberwarna orange, yakni koya. Dibuat dari krupuk udang yang ditumbuk, dipadu dengan bawang putih. Orang tersebut akan mencicpi dengan seksama. Yang diambil pertama kali adalah kuahnya. Lalu mengecap rasanya. Selanjutnya yang dicoba adalah campuran antara koya, mie putih, nasi, toge dan koya. Rasa asem manis yang khas, yang membedakan dengan rasa soto pada umumnya. Orang yang mencicipi tersebut bisa dikiaskan sebagai orang yang berpendidikan dan terpelajar. Jika kondisinya demikian, maka orang tersebut sejatinya telah mencicipi rasa soto surabaya dengan lebih komprehensif, ibarat metode sampling dalam survey telah valid, dan hasilnya pun menceriminkan kondisi riil sebenarnya.

Ketiga. Jika seseorang yang ingin mengeahui rasa soto koya ayam kampung khas surabaya adalah bisa dikatakan orang awam. Orang tersebut justru tidak mau mencicipi rasa soto secara langsung. Karena yang bersangkutan juga belum pernah makan soto. Orang tersebut hanya ingin tau rasanya dengan bertanya pada orang yang pernah makan soto koya ayam kampung khas surabaya. Jika kondisinya demikian, maka bisa jadi salah bertanya. Orang tersebut akan bertanya pada orang buta, dan hasilnya rasa soto seperti daging ayam. Ketika bertanya pada orang kedua, hasilnya rasa soto asem manis. Kondisi demikian bisa digolongkan atau dikiaskan seperti kondisi pertama. Ketika sebuah survey dengan sampling kuran tepat.

Keempat. Jika yang mencicipi rasa soto adalah seseorang yang sejatinya telah tau seperti apa itu soto koya ayam kampung khas surabaya. Orang tersebut ternyaa berniat kurang baik, sehingga hasilnya diselewengkan. Sengaja mengambil bagian mie kuah saja, atau koya dan campuran daging saja. Sehingga akan berkesimpulan dengan tendensi tertentu. Kondisi demikian seperti halnya sebuah survey oleh (yang mengaku) lembaga independent. Padahal sangat memungkinkan ada sebuah kepentingan atau sokongan dana dari pihak luar yang berkepentingan dengan hasl survey. Atau dengan kata lain Survey Pesanan. Sehingga pihak dibaliknya yang berkepentingan tersebut, bisa menggunakan hasil survey sesuka hati mereka, entah untuk mendongkrak popularitas atau dengan tendensi lainnya. Sungguh sayangat disayangkan.

Kesimpulan cerita :

  • Sebuah hasil survey menimbulkan opini publik, sudah selayaknya disampaikan dengan hati-hati dan bahasa yang santun.

  • Kalau saja hasil survey disampaikan kepada masyarakat yang memang benar-benar tau esensi sebuah survey (apalagi mahasiswa jurusan statistik), tidak akan menimbulkan permasalahan yang terlalu berlebih-lebihan, misalnya menjadi gusar, risau, takut atau semacamnya. Tetapi pada kenyataannya, survey menjadi onsumsi masyarakat luas, dari anak-anak, orang dewasa, para pekerjakerah biru sampai kerah putih.

  • Disampaikan kepada masyarakat bahwa hasil survey bukan nilai mati, dan selalu benar sesuai kenyataan. Boleh saja benar dipandang dari metodologi secara ilmiah, tapi sangat bisa terjadi kesalahan pada hasil survey. Survey hampir sama dengan prakiraan.

  • Semoga lembaga-lembaga survey dan media massa tidak terlalu menggembor-gemborkan, apalagi mendekati momen-moment tertentu yang butuh perhatian masa, seperti pemilu. Padahal survey bukan hanya masalah tersebut. Bisa untuk keperluan lain yang manfaatnya sangat banyak. Misalnya survey untuk menampung aspirasi rakyat dalam hal pertanian. Bagaiamana kondisi pupuk di petani secara riilnya!