Software untuk Kuliah Teknik Industri

11 10 2009

Seorang teknik industri adalah seorang yang berhadapan dengan sistem. Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi. Seorang teknik industri dapat menemukan cara yang lebih baik dalam hal apapun. Kata kunci teknik industri adalah produktifitas, efektivitas, dan efisiensi.

Perkuliahan di jurusan teknik industri mengambil learning model proses manufaktur, yakni sebuah aktivitas yang mencakup proses penentuan bahan baku, produksi, hingga dipasarkan. Ada tiga komponen inti penyusun kompetensi seorang teknik industri. Yakni production engineering, human engineering, dan operation science. Komponen tersebut saling melengkapi dan tidak bersifat meniadakan satu sama lain. Berikut adalah beberapa software yang bermanfaat dan sering digunakan dalam proses belajar mengajar atau perkuliahan teknik industri.

Baca Lagi Ah





Manajemen Teknologi

26 07 2009

Management of (new) technology links engineering, science and management disciplines to address the planning, development and implementation of technological capabilities to shape and accomplish the strategic and operational objective of an organization.

manajementeknologiAtau dengan kata lain, manajemen teknologi merupakan sebuah kajian atau bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa / teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan. Jadi sebenarnya bukan semata berkaitan dengan kajian teknis, misalnya di lantai produksi. Tetapi juga mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi (sciences) dan pengelolaannya (manajemen) di sebuah organisasi. Maksud dari pengelolaan juga bukan berarti hanya pad atakaran dimana bagaimana agar proses pembuatan teknologi itu berhasil, tetapi juga bagaimana implementasi kemanfaatannya terasa di perusahaan. Seperti dijelaskan dalam pengertian di atas, ada dua tujuan dari kajian atau ilmu manajemen teknologi. Yakni dipandang secara strategis dan operasional. Strategis maksudnya berada pada posisi manajemen menengah ke atas dalam perusahaan. Operasional berkaitan dengan teknis keilmuan teknologi.

Teknologi

Teknologi dapat diartikan bermacam-macam. Mulai dari tangible (nampak) sampai intangible (tidak nampak). Yang nampak adalah alat atau tool dan bahkan produk itu sendiri. Sedangkan yang seolah tidak nampak adalah berupa metode, cara atau apapun yang mungkin tidak berupa fisik. Jika dianalogikan dengan komputer, maka teknologi bisa diartikan sebagai hardware dan software.

Kajian Manajemen Teknologi dan Ruang Lingkup Manajemen Teknologi

Manajemen teknologi adalah ilmu yang menjembatani antara kajian manajemen, rekayasa / teknik dan ilmu pengetahuan (sciences). Manajemen teknologi merupakan pengerahan (deployment) upaya (sumber daya) secara efektif (multidisiplin) dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan teknologi untuk pencapaian tujuan strategik dan operasional organisasi. Jika dilihat dari segi tingkatan ukuran organisasinya adalah sebagai berikut :

v     Tingkat MAKRO

  • Satuan analisis: negara
  • Tujuan: pemfungsian teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa
  • Sasaran: berbentuk kebijaksanaan pemerintah yang berlaku secara nasional

v     Tingkat MESO

  • Satuan analisis: sektor atau sub sektor ekonomi (sektor industri, sub sektor industri otomotif)
  • Instrumen manajemen: kebijaksanaan pemerintah atau kebijaksanaan suatu departemen atau kementrian yang berkaitan dengan sektor yang bersangkutan

v     Tingkat MIKRO

  • Satuan analisis: tingkat perusahaan
  • Kajian manajemen teknologi pada tingkat perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masalah teknologi pada tingkat meso dan makro
  • Tujuan manajemen teknologi: menciptakan surplus melalui penciptaan dan pemfungsian teknologi

mantekk

Ruang lingkup sesuai gambar di atas adalah :

—        Pemilihan teknologi yang akan digunakan oleh suatu unit organisasi

—        Transfer & adaptasi teknologi

—        Implementasi teknologi

—        Pengembangan teknologi

Pembahasan lebih lanjut mengenai manajemen teknologi dapat diperoleh dari rujukan referensi berikut ini :

Atlas Technology Project, United Nations, Economic and Social Commission for Asia and The Pacific, vol. 1 – 6, 1989.

Betz, F., Strategic Technology Management, Mc Graw Hill, Inc., 1994.

Chen, M., Managing International Technology Transfer, International Thomson Business Press, 1996.

Dussauge, P., Stuart, H. & Ramanantsoa, B., Strategic Technology Management, John Wiley & Sons, Inc., 1997.

Drouvot, H., & Verna, Politique du Developement Technologique : L’example Bresilien, 1995.

Noori, H., Managing the Dynamics of New Technology, NJ, Printice-Hall, 1990.

Khalil, T., Management of Technology: The Key to Competitiveness and Wealth Creation, McGraw-Hill International Edition, 2000.

Lowe, P., The Management of Technology : Perception and Opportunities, Chapman & Hall, 1995.

Martin, M., Managing Innovation and Entrepreneurship in Technology Based Firms, John Wiley & Sons, Inc., 1994

Nazruddin. Manajemen Teknologi. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2008.





PSIT

23 02 2009

psit2

PSIT adalah kepanjangan dari Perancangan Sistem Industri Terpadu. Sebuah praktikum yang diselenggarakan di keilmuan teknik industri. Merangkum dan mengintegrasikan semua keilmuan di teknik industri. Mencakup semua Laboratorium, IPO (Inovasi dan Pengembangan Organisasi), SIMAN (Sistem Manufaktur), APK (Analisis Perancangan Kerja), DELSIM (Pemodelan Sistem) dan DATMIN (Data Mining). Dengan visi utama agar mahasiswa dapat merancang sebuah industri, baik industri dalam artian luas (organisasi perusahaan), maupun organisasi secara lebih mikro (pengembangan unit departemen).

Dengan sebuah studi kasus yang telah diberikan, yakni pengembangan departemen pompa injak di perusahaan manufaktur, maka modul pertama yang harus dilakukan adalah mendesain perencanaan proses. Meliputi BOM (Bill of Material), Precedence Diagram sampai pada OPC dan analisis Line Balancing dengan metode Kilbridge-Wester.

Perancangan stasiun kerja dilakukan untuk memperoleh waktu baku yang pas dan perancangan sistem kerja. Dihasilkan pula gambar CAD mengenai desain kursi dan meja kerja operator.

Pembuatan struktur organisasi (Perancangan Organisasi) dan job description perlu dilakukan agar secara fungsional manajemen, departemen dapat melakukan operasional perusahaan. Dimulai dengan merancang visi, misi dan tujuan departemen. Selanjutnya dilakukan pembuatan skema organisasi dengan langkah pembuatan Task Interdependency, ARC (Activity Relationship Chart) dan Pengelompokan Kegiatan.

Dengan dasar arahan pembangunan sistem manufaktur berbasis sistem informasi, maka pembuatan model SIM (Sistem Informasi Manajemen) harus dilakukan. Dengan langkah awal (menggunakan metode DFD, Data Flow Diagram), maka akan didesain sampai user interface. Dengan tool software menggunakan Microsoft Access.

Simulasi di akhir perancangan dilakukan untuk menentukan optimasi jumlah produk yang bisa dihasilkan unit departemen. Dengan skenario yang telah ditentukan, akan muncul hasil optimal dari simulasi dengan Promodel 7.