Bang Sat

11 01 2010

“Bang Sat”, kata panggilan itu terucap ketika orang-orang di sebuah kampung pinggiran Ibukota membutuhkan jasa tambal ban panggilan. Yang bisa dipanggil setiap saat dengan hanya mengirim pesan melalui sms. Tapi orang-orang di kampung itu juga sebenarnya tidak selalu dan sepenuhnya memanggil dengan kata lugas seperti itu. Nama tukang tambal ban itu adalah Satriyo. Ada yang memanggil bang Iyo, tetapi ada juga yang memanggil dengan nama Bang Sat. Katanya, supaya lebih beken. Maklum, meskipun di kampung pinggiran Ibukota, pobia untuk selalu mengikuti trend yang uptodate juga digandrungi. Dan jangan salah dengan sebutan nama yang terdengar amat kasar itu, Bang Sat. Tapi bagi penduduk kampung, nama panggilan itu sudah wajar. Familier terdengar di telinga orang. Dan si pemilik nama juga tak pernah mempermasalahkan hal itu.

Tapi, baru-baru ini. Belum lama ini, nama panggilan tukang tambal panggilan tersebut lebih tenar di ruangan wakil rakyat. Di sebuah gedung hijau megah di Ibukota, yang kata si kambing jantan “Raditya Dika”, mirip kodok. Bukan untuk memanggil Bang Satriyo karena meminta jasa tambal ban. Tetapi konon katanya karena ada suasana emosional adu mulut di sebuah sidang. Adu mulut yang cukup lama dan disaksikan langsung oleh rakyat. Sehingga salah satu anggota wakil rakyat mengucapkan kata itu.

Baca Lagi Ah!